Kontroversi Sensor Film di Indonesia

Kerangka Sederhana

Ide                               : Kontorversi Sensor Film di Indonesia
Peg                              :30 Maret sebagai Hari Film Nasional
Tema                           :Lembaga Sensor Film Indonesia yang memotong kreatifitas sutradara
Kalimat Topik             :LSF Indonesia membatasi sutradara-sutradara untuk mengekspresikan  ide dan imaginasi  ke dalam film-film mereka
Kerangka Karangan    :
·         Pendahuluan
o   LSF Indonesia dianggap berlebihan dalam melakukan sensor film
·         Pembahasan
o   Sensor berlebihan menghilangkan inti atau nilai yang penting ditampilkan
·         Penutup
o   Solusi dari sikap LSF Indonesia yang melakukan sensor berlebihan


Sensor Film di Indonesia dianggap berlebihan

 
Memperingati Hari Film Nasional yang jatuh pada tanggal 30 Maret, ternyata masih banyak kekurangan dalam dunia perfilman di Indonesia yang menjadikan film-film di Indonesia sulit untuk bersaing dan di apresiasi oleh masyarakat kita sendiri.
Sensor film di Indonesia merupakan salah satu keluhan yang sering didengar oleh penonton khususnya film-film yang tayang atau beredar di Indonesia. Sensor film di Indonesia kerap kali melakukan sensor berlebihan terhadap adegan-adegan yang ada.
Menurut produser film Nia Dinata, LSF di Indonesia kini semakin mengerikan. Menurutnya, LSF semakin membatasi sutradara-sutradara untuk mengekpresikan ide dan kreatifitas mereka. Seringkali alasan-alasan yang diberikan tidak terlalu jelas ukurannya. Bahkan LFS tidak hanya sekedar melakukan sensor tapi juga bagaimana values yang di ingin di sampaikan di dalam film tersebut.
Menurutnya anggota LSF adalah orang-orang yang perspektifnya sangat konservatif, negosiasinya bisa berlangsung sangat alot dan malah menghilangkan adegan-adegan yang justru penting dan terkait dengan values yang ingin kami sampaikan.
Sementara film-film yang berkualitas tidak bisa dinikmati publik Indonesia secara luas karena para pembuat film memilih membawanya ke festival-festival film internasional di luar, bioskop-bioskop indie, atau diarahkan untuk online atau digital.
Hal ini merupakan penghambat kemajuan industri film di Indonesia. Seharusnya LSF harus melakukan perombakan anggota dengan anggota yang sesuai dan lebih berwawasan lebih sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini dimaksutkan agar dapat membuat dunia industri film Indonesia dapat lebih maju.




Komentar